Home

Thursday, August 19, 2010

Memberikan Energi Positif Kepada Alam

Para pecinta dan ahli tanaman mengakui bahwa mereka yang merawat dan juga memberikan pancaran emosi positif pada tanaman, dapat membuat tanaman lebih indah dan lebih subur. Para pecinta dan ahli tanaman tidak hanya merawat tanamannya sebagai suatu benda yang hanya cukup diberi pupuk dan air saja, tetapi mereka mengetahui bahwa tanamannya memerlukan hal-hal lainnya seperti perasaan dan penjiwaan terhadap masing-masing tanaman. Mereka mengakui adanya suatu energi yang terpancar dari setiap tanaman, dimana setiap tanaman memiliki pancaran gelombang energi yang berbeda-beda. Demikian pula tanaman dapat menerima gelombang energi dari yang merawatnya,
Para ahli dan pecinta tanaman yang telah memahami karakter dan dapat menjiwai tanamanannya kadang kala secara tidak langsung berbicara atau mengekpresikan emosi gembira mereka pada tanamanannya. Mereka mengakui bahwa dengan memberikan pancaran energi positif terhadap tanamanannya, maka tanamanannya dapat menangkap energi positif darinya sehingga dapat tumbuh subur dan berbunga lebih indah.
Mereka mengetahui hanya dengan menjiwai tanaman tersebut maka tanamannya dapat lebih subur dan mempunyai bunga yang lebih indah. Sangat sulit bagi orang awam untuk merasakan perasaan mereka tentang penjiwaan tentang tanaman, karena masing-masing tanamanan mempunyai energi yang berbeda-beda sehingga memerlukan penjiwaan yang beraneka ragam. Bagi mereka yang telah memahami penjiwaan masing-masing tanamanan dapat dikatakan sebagai pakar tanaman yang sebenarnya.
Di Indonesia, khususnya di pulau dewata, Bali. Masih banyak dijumpai penduduk setempat yang mendandani dan mendekor pohon-pohon dengan selendang sehingga tampak lebih indah. Tujuan pemberian ini sebenarnya sebagai suatu cara pelimpahan energi sehingga energi yang terkandung dalam pohon tersebut dapat menangkap energi positif dari manusia.
Mereka mempercayai dengan pelimpahan energi positif kepada pohon, maka pohon tersebut dapat memancarkan energi positif lainnya sehingga sangat bermanfaat bagi seluruh mahluk. Pelimpahan energi positif ini tidak hanya dilakukan pada tanaman, tetapi pada seluruh unsur-unsur alam lainnya. Mereka mempercayai bahwa seluruh unsur-unsur alam dapat memancarkan energi positifnya, bilamana mereka selalu memberikan suatu pancaran energi yang positif. Inilah salah satu cara para penduduk pulau dewata untuk menyatakan kecintaannya yang luar biasa terhadap alam kehidupannya.
Bagi penduduk di luar pulau dewata mungkin tradisi di pulau dewata ini akan dianggap sebagai suatu yang bersifat tahayul dan tidak bermanfaat. Sesungguhnya dibalik tradisi yang sangat sederhana ini terkandung suatu nilai sangat mulia. Sejak dari kecil mereka telah terbina dan terdidik untuk menghargai energi-energi alam semesta dan saling menjaga agar tidak rusak atau tercemar. Bilamana energi positif dari alam semesta telah banyak yang terusak, para penduduk pulau dewata sejak lampau telah menyadari bahwa mereka sendiri yang akan menanggung dampak dan akibatnya.
Di zaman sekarang ini hutan-hutan banyak ditebang tanpa memikirkan untuk menanam yang baru, mereka tidak lagi menghargai energi alam semesta. Akhirnya terjadi banyak musibah seperti banjir, tanah longsor, udara yang tidak beraturan, panas yang menginggat, dsb. Semua ini terjadi karena tidak lagi ada keseimbangan energi di alam.
Walau tampak sangat simple, penduduk bali yang sejak kecil telah terlatih untuk memberikan energi positifnya kepada alam. Mereka menyadari dengan sebenarnya bahwa mereka harus memulai untuk memberikan energi yang positif kepada alam, sehingga alam akan melimpahkan energi positifnya kembali kepada seluruh mahluk. Inilah salah satu pelaksanaan hukum sebab-akibat yang positif dan sangat nyata dampaknya.
Sadarlah, semakin besar manusia merasa telah menguasai alam, sesungguhnya semakin besar manusia dikuasai oleh alam. Hal ini terjadi karena manusia tidak lagi menjiwai bahwa sesungguhnya mereka sendiri adalah bagian dari alam, bukan alam bagian dari mereka.
Lebih lanjut, bagi mereka yang berlatih kesadaran sejati. Semoga dapat memahami bahwa Pikiran itu adalah manusia, dan Kesadaran Sejati adalah alam. Dengan memahami bahwa manusia adalah bagian dari alam, maka keserasian energi alam semesta dapat terwujud. Demikian pula dengan mengembalikan pikiran kepada awalnya yaitu kesadaran sejati, maka keserasian alam-semesta dapat terwujud dan Pencapaian Sejati dapat tercapai.

(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual - Wisnu Prakasa")

No comments:

Post a Comment